06 Januari 2022

Omicron Tanda Pandemik Akan Berakhir?

Dua lagi kes Covid-19 disahkan varian Omicron semalam, menjadikan jumlah keseluruhan varian ini adalah sebanyak 64 kes iaitu 63 melibatkan pengembara dan satu kes disyaki jangkitan tempatan

Beberapa ahli sains mengatakan dunia harus belajar untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 yang tidak akan hilang. 

Pakar penyakit berjangkit di Yale School of Public Health, Albert Ko, mengatakan mutasi varian Covid-19 akan terus terjadi dan dunia sudah memiliki vaksin sebagai penampannya.

Menurut Ko, mutasi varian Omicron telah mendorong kenaikan kes Covid-19 secara global sehingga dunia harus kembali melakukan tindakan pencegahan. 

Namun di sisi lain, vaksin menawarkan perlindungan yang kuat dari penyakit serius, meskipun tidak selalu mencegah jangkitan ringan.

Kata Ko, Omicron tidak mematikan seperti beberapa varian sebelumnya. 

Masyarakat global akan mendapatkan perlindungan baru terhadap varian lain yang mungkin akan muncul di masa depan. 

“Tentu saja Covid-19 akan bersama kita selamanya. Kita tidak akan mampu membasmi atau menghilangkan Covid-19, jadi kita harus mengenalpasti matlamat kita," ujar Ko.

Sementara itu, Ketua Organisasi Kesihatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa varian Omicron menyebar lebih cepat daripada varian Delta. 

Selain itu, varian baru virus corona ini boleh menjangkiti  orang yang sudah divaksinasi atau pulih dari virus corona Covid-19 sebelumnya.

Ketua Saintis WHO, Soumya Swaminathan juga tidak mahu menyimpulkan lebih jauh mengenai varian Omicron, kerena data yang diperoleh sekarang masih bukti awal. 

Salah satu bukti awalnya adalah varian Omicron ini memicu gejala yang lebih ringan dibandingkan varian lainnya.

Tapi, meningkatnya jumlah kes varian Omicron akan membuat sistem kesihatan berasa di bawah tekanan meskipun hanya memicu gejala ringan.

Varian Omicron ini juga dijangka 'lebih kenal' vaksin Covid-19, sehingga upaya suntikan 'booster' vaksin Covid-19 pun perlu dilaksanakan, terutama pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Tiada ulasan:

Hizbullah Dan Sekutunya Kalah

Hizbullah yang disokong Iran dan sekutunya telah kehilangan majoriti mereka di parlimen Lubnan selepas keputusan pilihan raya umum negara it...